Akhirnya, Sejarah Itu akan Terungkap! (Versi Lain)

Beberapa minggu lalu, judul ini pernah saya pakai. Waktu itu saya merujuk pada sejarah tentang penyematan Absurd Generation pada Teater Angin. Kali ini judul itu saya pakai kembali, namun merujuk pada hal lain. Sejarah yang akan terungkap itu adalah sejarah tentang berdirinya Teater Angin! Sebenarnya ini masih ada kaitannya dengan perkara ulang tahun yang keliru, tapi saya enggan untuk membuat part 3 dari tulisan itu. Jadi, mari kita mulai saja.

Awalnya ketika saya bertandang ke Jatijagat Kehidupan Puisi, bertemu dengan Dimas Hendratno, untuk meminta restu penerbitan Memuput Rindu. Di sela obrolan, dia bercerita tentang rencana Ibu Putri Suastini more »

Perkara Ulang Tahun yang Kerilu (Part 2)

OOT: Tahukah Anda, bahwa dulu, bayi di Korea Selatan yang lahir tanggal 31 Desember, keesokan harinya langsung berumur dua tahun? Itu karena bayi yang baru lahir di Korea Selatan langsung berumur satu tahun, dan bertambah satu tahun setiap tahun baru.

Cukup OOT-nya, mari kita mulai. Setelah bergerilya melalui friendster, menyebarkan woro-woro reuni kepada setiap akun yang terdeteksi sebagai alumni angin, pada Oktober 2008 terkumpul sangat banyak masa di lapangan Smansa Denpasar. Acara kumpul-kumpul yang diprakarsai oleh Gantet, tamatan 1998, menghadirkan Mbak Mona sebagai alumni tertua, tamatan 1994. more »

21 Mar 2024, 21:08
Puisi
by

1 comment

Tongkat Estafet Masih Dipegang Wahyu

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling di jalan

Akhirnya tiba giliran saya untuk membacakan puisi W.S. Rendra berjudul Gerilya dalam lomba baca puisi di Banjar Semila Jati. Sebelum naik panggung kepercayaan diri saya begitu tinggi. Saya sangat yakin dengan hasil latihan mandiri saya, walaupun dilakukan dengan membaca dalam hati dan berbisik, serta mengganti puisi tanpa sepengetahuan pelatih, Wahyu Dhyatmika.

Namun ketika saya mulai menyenandungkan nada-nada more »

14 Mar 2024, 21:08
Puisi
by

leave a comment

Tongkat Estafet Dipegang Wahyu

Untuk mengasah mental tampil anak-anak angin, sangat banyak ajang lomba yang bisa diikuti. Salah satunya adalah lomba baca puisi, yang jaman dulu sangat marak dilaksanakan di Denpasar. Penyelenggaranya beragam, mulai dari Sanggar Minum Kopi, STT Br. Semila Jati, hingga Pemda dalam ajang PSR.

Cerita kali ini adalah seputar lomba baca puisi di Banjar Semila Jati. Terdengar aneh? Banjar mana yang sempat-sempatnya mengadakan lomba baca puisi? Ya itu, Banjar Semila Jati, di bilangan Jalan Gunung Agung. Salah satu tokoh banjar merupakan anggota Sanggar Minum Kopi, saya lupa namanya, beliaulah inisiator untuk mengadakan lomba baca puisi di banjar itu. more »

Reuni Besar Lintas Generasi Teater Angin

Ramalan Tan Lioe Ie berdasarkan buku kumpulan puisinya, Ciam Si.
Menara cahaya menerangi taman air
Angin istana meniupkan rindu
Dua anak tangga lagi tahta dicapai
Kilau impian terang terwujud more »
2 Mar 2024, 08:21
Intermezo
by

3 comments

Giveaway untuk Who Knows?

Beberapa waktu yang lalu, Jer, pembaca setia blog ini, memberikan sebuah usul di grup WhatsApp The ABSURD gen. Dia mengusulkan, supaya blog ini ramai pengunjung, ada baiknya admin mengadakan giveaway. Dan baiklah, karena Jer suka membaca dan komen di blog ini sejak awal ada, dan berdasarkan sejarah ide-idenya selalu brilian, maka saya sebagai admin selain Suka Ada, dengan senang hati menerima usul itu.

Giveaway berupa sekali makan gratis di Warung Merdeka atau Warung Ratna akan saya berikan kepada satu pembaca yang menulis komen paling menarik menurut saya. Contohnya bisa kita lihat pada komen Who Knows? more »

29 Feb 2024, 21:08
PSR Puisi
by

leave a comment

Sampun Ngopi?

Pada tulisan yang ini, saya mengatakan bahwa lomba baca puisi PSR pertama kali diselenggarakan saat saya kelas tiga. Setelah diingat-ingat kembali, sepertinya saya salah. Waktu itu saya masih kelas dua, sehingga belum ada Candra Idiot di Teater Angin, dan adegan latihan antara Ardita dan Candra Idiot tentu menjadi fiktif pada saat itu. Tapi biarlah tulisan itu tetap seperti itu, untuk menambah efek dramatis dengan bumbu-bumbu yang gurih.

Lomba baca puisi PSR waktu saya kelas tiga, akan saya ceritakan kali ini, dengan tokoh utama, sebut saja Budi. Waktu itu Budi masih kelas satu, seangkatan dengan Candra Idiot, sehingga wajib mengikuti lomba baca puisi more »

26 Feb 2024, 08:27
Antologi Intermezo
by

1 comment

Rekor dan Halaman Baru

Jika para pembaca perhatikan betapa kencangnya tulisan baru bermunculan di bulan Februari 2024 ini, itu adalah dalam rangka mencetak sebuah rekor. Rekor tulisan terbanyak dalam sebulan kalender sampai saat ini ada di bulan Desember 2008 dan Januari 2009, yaitu masing-masing 11 tulisan. Pada saat tulisan ini naik tayang, maka resmi sudah bulan Februari 2024 menyamai rekor 11 tulisan itu.

Namun bulan Februari 2024 belum habis. Masih ada beberapa hari, termasuk tambahan tanggal 29 sebagai hadiah tahun kabisat, yang kebetulan jatuh di hari Kamis. Mari kita nantikan di hari itu, jam sembilan malam lewat delapan menit, semoga ada tulisan ke-12 sebagai pemecah rekor. more »

24 Feb 2024, 08:21
Drama Intermezo Puisi
by

1 comment

Baca Puisi Lagi

Judul ini tersimpan sebagai draft dengan data last modified bertanggal 11 Maret 2011. Isinya kosong. Kok bisa isi tapi kosong? Ingatlah selalu ajaran Biksu Tong Sam-chong, guru dari Kera Sakti. Kosong adalah berisi, berisi adalah kosong. Maka, tidak perlulah kita perdebatkan lagi mengenai isinya kosong ini. Lebih baik kita lanjutkan saja untuk mengisi kekosongan itu.

Jika dilihat judul dan tanggal last modified seperti tertera di atas, maka saya yakini, setelah mengingat-ingat sedemikian rupa, tulisan ini sedianya saya buat untuk mencatat pengalaman saya ketika diminta untuk membaca puisi pada acara perpisahan purna tugas dari rekan kerja di kantor saya. more »

22 Feb 2024, 21:08
Journey
by

3 comments

Kena Ajian Sirep

Malam itu mungkin malam yang paling aneh yang kami alami di Pantai Kuta. Saya lupa, dalam rangka apa kami malam itu ke Kuta. Anggap saja sekedar mengisi malam minggu, bagi sebagian besar anak angin cowok yang jomblo.

Seperti biasa, kami duduk di atas pasir di tepi pantai, memandang laut dan menikmati gemuruh ombak, berbaur dengan obrolan, canda, tawa. Saya lupa, apakah kami berencana untuk bermalam di pantai malam itu atau tidak. Yang jelas, tiba-tiba saja semua dari kami pada akhirnya mengantuk dan tertidur di pantai. Pulas.

Ini sungguh ganjil. Kami bisa-bisanya tertidur pulas, S-E-M-U-A! more »

  • Recent Comments

  • Random Posts

  • Anginers

  • Next Random Story

    Kena.ajian.sirep Anak.muda Lautan Konvoi Adhi.runner.up Suling.bambu.peniru.rindik Malioboro Eksperimen.eksperimen Sekre Maaf.saya.tidak.tahu.perubahan.no.undi Klan Wahyu.gagal.mengkader.wira Wisata Ratna Sucahya.jangan.diajak Keroyokan.cerpen Dispen.nonton.film Angin.biang.demo Paria Antologi.bersyarat Sibang.kaja Kita.pasti.main Sampun.ngopi? Toya.bungkah Tuan.puteri Kisah.kisah.inses Ngetekok.metaluh Nigna Orang.asing.ketiduran Kami.siap.dimana.saja Kebersamaan.&.makanan Bajuku.mana.man?! Tas.campil.club Ciam.si.reuni Pula.suda.mala! Kalian.duduk.di.depan! Sanggar.minum.kopi Marah.turun.di.sawah Lombok.here.we.come The.absurd.gen Woi.ban.bocor Rest.in.peace Yang.masih.sama Granat Di.hadapan.tentara Ketua.menangis Tentang.angin Di.tokopedia Camot.penculik Ada.apa.dengan.kamis Vivi Memuput.rindu Meniru.orang.asing