Nge-borju Sejenak di Malioboro

Pada suatu Minggu pagi, beberapa anak angin berwisata ke Pantai Sanur, kalau tidak salah tepatnya di Pantai Karang, tanpa Adhi Tiana. Ya, pagi itu adalah jadwal keberangkatan Adhi ke Jakarta untuk menerima hadiah sebagai runner-up lomba cipta cerpen tingkat nasional. Kami tidak tahu jam berapa penerbangan Adhi ke Jakarta, tapi setiap ada pesawat melintas di langit, kami akan melambaikan tangan sekaligus berteriak kegirangan, “Adhiii… Adhiii…,” sembari membayangkan Adhi yang kumal dilayani oleh pramugari cantik nan putih mulus.

Singkat cerita, Adhi kembali dari Jakarta dengan membawa banyak oleh-oleh, more »

25 Jun 2020, 21:08
Person
by

leave a comment

Adhi Pindah ke SMA 7?

Pada postingan sebelumnya, Adhi Runner Up, saya menceritakan kejadian pemanggilan Adhi Tiana ke ruang kepala sekolah setelah aksi pembakaran di lapangan tenis oleh beberapa oknum anak angin. Tapi saya agak sedikit ragu. Bisa jadi pemanggilan Adhi terjadi setelah dia kepergok merokok di lingkungan sekolah. Maka, saya buatkan versi lain dari Adhi Runner Up.

Suatu ketika, saya mendapati Adhi merenung sendiri di pojokan. Tampang bijaksananya hilang, berganti kemurungan, yang memperburuk tampilan tidak rapinya.

“Ada masalah apa, Dhi?” tanya saya berusaha berempati. more »

18 Jun 2020, 21:08
Cerpen Person
by

1 comment

Adhi Runner Up

Jika sampai saat ini belum ada renovasi, maka tepat di titik tengah lapangan tenis yang kadang dipakai tempat latihan anak angin akan terdapat bercak-bercak hitam bekas terbakar. Itu adalah ulah dari beberapa oknum anak angin, yang iseng memanfaatkan bangku-bangku bekas tak terpakai untuk sekedar digunakan api unggun penghangat badan. (Atau sebagai sarana pemanggang ayam, saya agak lupa….)

Beberapa hari setelah kejadian bakar-bakaran tersebut, ada pesan dari kantoran ke kelas saya meminta agar Adhi Tiana menghadap Pak Mustika, kepala sekolah, segera. Ini masalah! more »

11 Jun 2020, 21:08
Cerpen Puisi
by

4 comments

Keroyokan Cerpen

Ada yang masih ingat dengan beberapa baris dalam puisi saya, Insomnia? (1) Gadis penjual sesajen kepada Tuhan; (2) sengketa nenek penari tepi desa; dan (3) aturan dilanggar peraturan. Masing-masing kalimat tersebut merupakan tema cerpen dari tiga anak angin yang pernah mengirimkan karyanya dalam lomba cipta cerpen tingkat nasional pada tahun 1996, yaitu Rahayu Ujianti, Adhi Tiana, dan saya sendiri.

Saya lupa bagaimana awalnya. Tapi, sepertinya kisah ini dimulai ketika Bu Purwani memberikan selembar brosur tentang lomba cipta cerpen tingkat nasional. Lalu disosialisasikan kepada anak-anak angin, kemudian diam mengendap begitu saja. Ajaibnya, suatu hari, more »

9 Jun 2020, 00:03
Intermezo
by

12 comments

Pemanasan Dulu, Ahhh….

OK. Terlebih dahulu, mari kita rapal bersama mantranya, “Setiap Kamis, jam sembilan malam, lewat delapan menit, akan selalu ada kisah baru.” Sejak postingan terakhir pada blog ini, sampai saat ini, ternyata telah terlewatkan 333 Kamis tanpa kisah baru. Jika sekali siklus Kamis dianggap sebagai satuan hari, maka kurang 33 hari saja untuk menjadi setahun Kamis (kabisat). Menyadari secara kebetulan berderetnya angka 3, maka ada 3 hal yang segera saya lakukan untuk berusaha membangkitkan kembali blog ini.

Pertama, saya baca ulang seluruh postingan dari awal sampai akhir, termasuk sebagian besar komen, more »

Vitamin Sebelum Naik Panggung (1)

Ajang tahunan Teater Angin Smansa Denpasar, dalam dua hari ke depan siap digelar: Malam Apresiasi Sastra (MAS) 2013 pada tanggal 29 dan 30 Januari. Seperti biasa, pada malam pertama anak-anak angin mengundang komunitas-komunitas sastra/tetaer di Bali untuk berpartisipasi dalam sebuah panggung, sedangkan pada malam puncak, bibit-bibit muda angin mulai menghembuskan sepoinya dalam pementasan musikalisasi puisi, teaterisasi puisi, dan drama modern.

Catatan ini sedianya akan saya sampaikan secara langsung dalam malam evaluasi setelah pementasan tanggal 30 Januari 2013, tapi tidak ada salahnya juga saya sampaikan mendahului sebagai sebuah pra-evaluasi. more »

Lagi, MAS Teater Angin 2013

Poster MAS Teater Angin 2013
Teater Angin kembali menggelar Malam Apresiasi Sastra, seluruh crew teaterangin.com turut mengundang siapa pun yang kebetulan mampir di sini untuk mampir ke sana, sesuai poster di atas. Untuk sekedar bacaan ringan sebelum menonton MAS 2013, tidak ada salahnya membongkar arsip lama teaterangin.com berikut ini:
Preview MAS 2009 oleh Wira
Review MAS 2009 oleh Wira
Review MAS 2009 oleh Gungbo
Preview MAS 2010 oleh Wira
Review MAS 2010 oleh Wira
Poster MAS 2011
Review MAS 2012 oleh Ahong
MAS jaman lawas bisa dilihat di sini, sini, sini, dan sini.

more »

21 Feb 2011, 00:13
Drama MAS
by

4 comments

Aku Bosan Jadi Patung!!!

Ada yang pernah? Dalam sebuah pementasan, selalu berada di atas panggung, tapi tidak sebagai pemeran utama! Ada yang pernah? Aku pernah…. 😉

Ini kejadiannya waktu aku sudah kelas 3. Kalau tidak salah, untuk acara Malam Apresiasi Sastra (MAS) tahun 1996, sekitar bulan Oktober/November. Kita memainkan drama berjudul “Adi dari Trunyan”, sebuah naskah hasil rombakan dari naskah yang aku lupa judul aslinya, dibawa Adhi Tiana sebagai oleh-oleh sepulang dia dari Jakarta, menerima hadiah juara 2 lomba cipta cerpen tingkat nasional. Adhi Tiana sendiri yang menyutradarai pementasan ini, aku membantu sebagai asisten sutradara, dengan pemain-pemain didominasi anak-anak kelas 1, more »

MAS 2011

masta2011Contact person:
Gekla: 089685655045
Ledy: 087861788268

Be there…

  • Recent Comments

  • Random Posts

  • Anginers

  • Next Random Story

    [Kena.Ajian.Sirep] [Anak.Muda] [Keroyokan.Cerpen] [Adhi.Runner-Up] [Malioboro] [Eksperimen.Eksperimen] [Maaf.Saya.Tidak.Tahu.Perubahan.No.Undi] [Wahyu.Gagal.Mengkader.Wira] [Wisata] [Ratna] [Sucahya.Jangan.Diajak] [Lautan] [Dispen.Nonton.Film] [Angin.Biang.Demo] [Antologi.Bersyarat] [Sibang.Kaja] [Kita.Pasti.Main] [Sampun.Ngopi?] [Toya.Bungkah]