19 Feb 2009, 21:08
Drama LDM
by

43 comments

Djembatan Gondolajoe

Maaf sebelumnya, tidak banyak yang bisa saya ingat tentang cerita ini. Mungkin Eka Sucahya dan Wahyu Dhyatmika bisa menambahkan dan mengoreksi nostalgia saya.

November 1994, Senat Mahasiswa Universitas Udayana menyelenggarakan Lomba Drama Modern se-Bali untuk umum. Anak angin memutuskan untuk ikut berperan, dan mengambil naskah Jembatan Gondolayu dari Nasjah Djamin. Waktu itu saya masih kelas 1, dan ini adalah pengalaman pertama saya dalam sebuah produksi drama modern. Sebelumnya saya hanya berkesempatan berproduksi dalam sebuah operet. Seingat saya, keputusan untuk ikut lomba ini diambil sekitar seminggu sebelum lomba. Nah lho, mepet banget! Memang, sepertinya pada waktu itu anak angin seolah dikutuk untuk melakukan segala sesuatunya dengan serba mendadak. Tapi luar biasanya, kita selalu bisa menampilkan yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Saya tidak ingat, naskah Jembatan Gondolayu ini bercerita tentang apa. Yang saya ingat, pemain utamanya diperankan oleh Eka Sucahya dan Marlina. Pemeran pembantu diantaranya Wahyu Dhyatmika dan Phalayasa. Sayangnya saya juga tidak ingat mereka berperan sebagai apa. Yang saya ingat, saya dan Adhi Tiana kebagian peran kecil yang hanya muncul sekilas di panggung, sebagai penduduk yang menuntun sepeda melintasi jembatan. Untuk kehadiran sepeda ini, kita acungkan dua jempol kepada Adhi Tiana. Dia rela bersusah payah mengayuh sepeda tuanya dari Jalan Gunung Agung menuju kampus Unud Sudirman, pulang pergi.

Persiapan yang sebenarnya, dilakukan anak angin hanya dalam waktu tiga hari. Sebelum intensif selama tiga hari menuju pementasan, hanya latihan dialog ringan antara Eka Sucahya dan Marlina. Lalu selama tiga hari itu kita minta bantuan Putu Satrya Kusuma sebagai pelatih. Sedangkan saya, Adhi, dan Ardita sebagai Three Stogies-nya angin, kebagian sebagai seksi sibuk. Ngurusi dispen dan menjadi tukang kayu, nyiapin segala properti.

Anak angin bersaing dengan teater-teater umum dan mahasiswa lainnya. Teater sekolah lain yang ikut, kalau ndak salah cuma Teater Tiga-nya SMA 3 Denpasar. Dan penampilan anak angin memang luar biasa. Kita berhasil meraih juara 2 pementasan terbaik, juara 1 adalah Teater Hipocrates dari FK Unud, dan juara 3 Teater Equilibrium FH Unud. Selain itu, Marlina dinobatkan sebagai juara 1 pemeran utama wanita. Eka Sucahya kebagian juara 2 penyutradaraan dan juara 2 pemeran utama pria. Ada satu gelar lagi yang diperoleh anak angin, yaitu sebagai Teater Favorit Penonton! Penentuan teater favorit ini layaknya Indonesian Idol, yaitu melalui polling penonton. Tapi sebagai alat pollingnya bukan SMS, melainkan lembaran tiket. Monalisa Negara, yang baru saja menjadi alumni angin pada saat itu, bergerilya setiap hari, merampok tiket-tiket milik kawan-kawannya, lalu menuliskan semuanya dengan “Teater Angin”. Haha… Mbak Mona memang top!

seminggu?!!!

wahwahwah…

Iya, seminggu! Ck… ck… ck…. 😉

aku juga lupa detailnya Wir… yang jelas, kekuatan pementasan itu ada pada setting panggungnya yang luar biasa. Ada replika jembatan besar dari bambu, lalu di bawah panggung, dihamparkan kain hitam sebagai simbolisasi air sungai. Bahkan ada rakit kalau gak salah di pojok bawah panggung, dengan satu orang berakting memancing sepanjang pementasan…

Mungkin Phala tuh, jadi yang mancing. Oh iya, ada satu lagi. Untuk membuat efek suara aliran air sungai secara konsisten, kita menugaskan setidaknya 3 orang. Dua orang dengan 2 ember, 1 bambu, dan 1 gayung, bertugas mengalirkan air dari satu ember ke ember lainnya secara bergantian. Satu lagi, bertugas megang mike.

seru sajan asane puk!

Lebih seru kejadiannya daripada tulisannya puk…. 😉

Sayang sekali, pas saya masuk FK UNUD, gak pernah denger tentang Teater Hippocrates. Kemana mereka ya? Siapa aja si itu? Alumni SMANSA juga? Anak Angin? Saya cuman pernah produksi n maen operet aja tuh di FK, sama ikut lomba baca puisi yang g menang…. 🙂

Wah, ndak pernah denger lagi tuh, tentang Hippocrates, setelah lomba ini…. Kayaknya waktu itu dibentuk secara instan oleh Mas Ari’ Duarsa, khusus untuk lomba ini.

22 Feb 2009, 03:09
by ganteto


Sori banget, waktu itu aku gak bisa bantu banyak.
cuman emang sukses siy pementasan waktu itu

Dasar botak, kau Tet! Sadarlah, dikau belum bisa mengunyah nasi goreng pada waktu itu! Jangankan mengunyah, mengucapkan dengan benar pun tidak becus!!!

Beh, sayang sekali waktu saya masuk FK UNUD tidak ada yang pernah bercerita tentang Teater Hippocrates. Apa ada diantara mereka yang Anak Angin?

Mungkin bisa ditanyakan kepada Mas Ari’, a.k.a. dr. Sthiraprana Duarsa.

hahaha.. bli arya,, kebetulan sy ma esa jg pernah berniat menghidupkan teater hippocrates.. paling ga ketemu 5 orang yg tertarik 🙂

waw, mbak mona keren sekaleee.. hahaha
hebat, persiapan mepet, hasil luar biasa.. salut!

Haha… ayo dibangkitkeun Hippocrates na…. Setelah ada yang tertarik, mesti ditindaklanjuti tuh….

weleh welweh, mbak mona (ato bu mona?) tidak diragukan lagi, memang gila!

Eh, hati-hati berkomentar, Gung Bo. Cantik dan waras gitu kok dibilang gila….

iya aku inget ada petugas sound effect air sungai, yang berpeluh sepanjang pementasan… siapa ya yang jadi sound effect waktu itu? Gantet ya? hihihi…

Waktu itu Gantet belum lahir. Tidak mungkin dia bertugas sebagai sound effect itu.

oit, gila dalam artian absurd, teman. maksudku gila dengan sadar. yah, pikirin dah.

Wah… wah… temen udah botak gini disuruh mikirin….

7 Mar 2009, 12:55
by adhitiana


oh ia, sound effect di belakangnya panggung, air diember nya di tuangin terus menerus sepanjang mentas ha5x

Siapa tu petugasnya? Kamu, Dhi? 😉

pasti Adhi. Buktinya dia inget. Siapa lagi yang kebagian tugas yang membutuhkan ketabahan dan ketekunan ekstra, kalau bukan Adhi? Pasti karena Adhi vegetarian.

Haha… Adhi the wise man. Sekarang kayaknya udah ndak vegetarian dia….

14 Mar 2009, 10:34
by adhitiana


he4x… masih kelas 1 waktu itu… jadi disuruh apa aja mau….he4x… aku sich ngga dapat nonton abis sibuk nuangin air itu… tapi jeg mule toop pentasnya waktu itu orabge he 5x..

Haha… Adhi memang anak angin yang berbakti. Udah mau-maunya bawa sepeda, dapet peran nuangin air sepanjang pementasan pula…. 🙂

26 Mar 2009, 00:03
by eka sucahya


djembatan gondolajoe (DG) itu kl gak salah aku main bareng yuli..sama marlina di perempuan-perempuan kawan..di kedua pementasan ini aku kebagian kena tempelang sm yuli juga sm lina..hehehehe kata putu satrya :totalitas ka..totalitas..phala kebagian orang bunuh diri loncat dari jembatan…karena aku sempat tingga di jogja..putu sempat minta di gambarkan bagaimana kondisi jembatan gondolayu itu..sampai akhirnya muncul ide bikin jembatan bambu dan propset laksana sungai itu..sebenarnya sepeda adhi yg dapet penghargaan pemeran terbaik..hehehehe

Oh, sama Yuli ya? Lupa aku. Seingatku kok Marlina ya? 😉

ya Yuli kecil yang jadi pemeran utama ya. marlina jadi pelacur. Phala jadi yang bunuh diri itu ya? Kayaknya Phala berlatih serius sekali untuk perannya itu. hehehe…

Jadi, tokohnya ada banyak toh? Lupa aku….

27 Mar 2009, 21:17
by ikapermatahati


Yg aq inget pas pementasan itu aq cuma dpt peran lwt jembatan bolakbalik..kostumnya aq bela2in pjm baju mamiku hehehe..

Haha… waktu itu kita masih kecil, Ka. Jadi kanggoang dapet peran numpang lewat doang, walaupun dengan properti luar biasa.

27 Mar 2009, 21:44
by ikapermatahati


Wira..crt2 tentang pembaiatan anggota baru napa? Eh iya, kt eka ndut ada gank patah hati teater angin. Siapa aja tu??

Pembaiatan? Pembantaian maksudnya? Ndak ah. Blog ini mungkin dibaca banyak orang, termasuk calon anggota baru. Ntar mereka punya persiapan dong, sebelum dibantai… 😉

Gank patah hati teater angin? Setahuku yang ada Komunitas Patah Hati, anak-anak angin yang lulus SMA tahun 2005… 😉

Wah..anak2 yg lulus 2005?? Ampun d, jd berasa tua bgt ne hehehe.. Buktinya ternyata byk bgt yg aq ga kenal di sini.. So guys..salam kenal ya!! 😀 jd kangen ne pgn kumpul2 lg…

Haha… jangan merasa sok tua gitu Ka. Tubuhmu yang pastinya masih kecil tidak pantas dikatakan tua. Kamu masih anak TK… 🙂 Btw, pingin ngumpul-ngumpul lagi? Kamu telat hadir di dunia maya ini. Tahun lalu, kita reunian sampai tiga kali. September, disponsori Wahyu, yang dateng ndak begitu banyak. Oktober, disponsori Gantet, yang dateng buanyak buanget, dari yang setua Mona sampai semuda yang baru lahir pas kita masuk SMA. Desember, disponsori Imam, tapi dia ndak jadi dateng karena anaknya sakit, yang akhirnya menjadi ajang pelampiasan buat si Boyk. Kamu mau jadi sponsor berikutnya? Kasi tau aja kapan kamu bisa ke Bali, nanti aku usahakan mengerahkan massa… 😉

Ya itulah untungnya aq msh teteup imut, hihihi… Tp ga enaknya srg jd bhn ledekan.. 🙁
Eh yg bnr kalian dah reunian 3x?? Aargghh…sebel!! Next time aq kudu ikut, ntar d klo aq jd ke bali pasti aq woro2.. Klopun ga ada yg dtg tp klo aq bs ketemu tmn2 yg di denpasar aja, pasti senang hatiku!! Setdknya bs ketemu kmu, adhi, wahyu, barli, gantet, ardita…sapa lg ya?? Pokoke semua lah pgnnya..

Tenang, Ka. Nanti kita bikin reuni yang ke-4… 😀

halo Ika…….baru aja diomongin udah nongol di sini….

ternyata dari dulu Angin itu memang gila bikin setting panggung. Vi sih gak tau yang dulu-dulu yang vi inget gilanya waktu pementasan orang asing.

Oya, lupa untuk Phala ternyata vi baru tau sumber obsesimu untuk b**** **i* *a*** truk kuning. He..he.. (ps.sengaja tak bikin banyak ***biar yang baca pusing. He…he..)

siapa tu namanya yang bokong semok teman mainnya eka sucahya? wuih…dimana dia ya

marlina Jeng?

*name

*e-mail

web site

leave a comment


 
  • Recent Comments

  • Random Posts

  • Anginers

  • Next Random Story

    Kena.ajian.sirep Anak.muda Lautan Konvoi Adhi.runner.up Suling.bambu.peniru.rindik Malioboro Eksperimen.eksperimen Sekre Maaf.saya.tidak.tahu.perubahan.no.undi Klan Wahyu.gagal.mengkader.wira Wisata Ratna Sucahya.jangan.diajak Keroyokan.cerpen Dispen.nonton.film Angin.biang.demo Paria Antologi.bersyarat Sibang.kaja Kita.pasti.main Sampun.ngopi? Toya.bungkah Tuan.puteri Kisah.kisah.inses Ngetekok.metaluh Nigna Orang.asing.ketiduran Kami.siap.dimana.saja Kebersamaan.&.makanan Bajuku.mana.man?! Tas.campil.club Ciam.si.reuni Pula.suda.mala! Kalian.duduk.di.depan! Sanggar.minum.kopi Marah.turun.di.sawah Lombok.here.we.come The.absurd.gen Woi.ban.bocor Rest.in.peace Yang.masih.sama Granat Di.hadapan.tentara Ketua.menangis Tentang.angin Di.tokopedia Camot.penculik Ada.apa.dengan.kamis Vivi Memuput.rindu