Vitamin Sebelum Naik Panggung (1)

Ajang tahunan Teater Angin Smansa Denpasar, dalam dua hari ke depan siap digelar: Malam Apresiasi Sastra (MAS) 2013 pada tanggal 29 dan 30 Januari. Seperti biasa, pada malam pertama anak-anak angin mengundang komunitas-komunitas sastra/tetaer di Bali untuk berpartisipasi dalam sebuah panggung, sedangkan pada malam puncak, bibit-bibit muda angin mulai menghembuskan sepoinya dalam pementasan musikalisasi puisi, teaterisasi puisi, dan drama modern.

Catatan ini sedianya akan saya sampaikan secara langsung dalam malam evaluasi setelah pementasan tanggal 30 Januari 2013, tapi tidak ada salahnya juga saya sampaikan mendahului sebagai sebuah pra-evaluasi. Tentang malam evaluasi, sebenarnya bagaikan buah simalakama bagi saya. Pada evaluasi MAS tahun-tahun yang lalu, saya pernah memberikan komentar negatif dan positif dalam level pementasan yang hampir sama, dan keduanya memberikan ketidaknyamanan yang tidak jauh berbeda.

Ketika berkomentar negatif, maka saya telah meletakkan ‘sisi usaha tak kenal lelah dari para penampil dalam berproses menuju pementasan’ pada titik yang paling rendah, seolah-olah saya tidak menghargai sama sekali proses kreatif yang telah dilakukan. Dan hal ini pernah menyinggung perasaan setidaknya seorang (mungkin lebih) anak angin, yang mengatakan (merujuk pada komentar saya) bahwa sepertinya sayalah yang paling hebat, atau dalam bahasa bali, “Nah, ci be paling ebat…!”

Sedangkan ketika berkomentar positif, ada yang mengatakan bahwa bisa jadi saya telah membutakan anak-anak angin, tidak menunjukkan kebenaran pada mereka, tidak memperlihatkan sisi-sisi negatif yang seharusnya bisa diperbaiki. Dengan begitu, katanya, saya telah menutup rapat-rapat pintu dan jendela anak angin untuk berkembang menjadi lebih baik.

Mungkin saya yang tidak cerdas dalam berkomentar, yang seharusnya bisa lebih bijak dalam pemilihan kata-kata, sehingga bisa menunjukkan sekaligus positif dan negatif tanpa harus melibatkan buah simalakama. Tapi, sudahlah. Positif dan negatif, seperti halnya siang-malam, baik-buruk, panas-dingin, laki-perempuan, adalah rwa bhinneda, dua hal berseberangan yang sebenarnya merupakan satu kesatuan yang utuh. Satu tak ada tanpa yang lain.

Oke, cukup mengenai positif dan negatif, saya akan langsung ke topik saja. Vitamin sebelum naik panggung. Ya, saya memilih membuat catatan sebelum pementasan, untuk menghindari simalakama positif negatif. Mudah-mudahan tulisan saya ini bisa memberikan kekuatan bagi anak-anak angin sebelum naik panggung, seperti halnya vitamin yang dijual di apotek, yang memberikan daya tahan fisik sehingga mampu tampil segar dan bugar di atas panggung, semoga tulisan ini dapat memberikan kekuatan mental, sebelum, pada saat, dan sesudah pementasan.

Saat pertama kali melibatkan diri dalam aktifitas teater angin, kawan-kawan angin yang lebih berpengalaman telah menanamkan sebuah prinsip kepada saya: dalam sebuah pementasan, tujuan utamanya adalah kepuasan diri. Prinsip ini yang selalu saya pegang ketika tampil di panggung. Ketika saya puas dengan penampilan saya, maka saya sudah senang. Tidak peduli apa kata orang, saya tetap bergembira. Memang, ketika kita sendiri merasa puas, belum tentu penonton juga menikmati penampilan kita. Pun seandainya kita belum puas dengan penampilan sendiri, belum tentu penonton tidak menyukainya. Karena seni itu relatif. Dan kadang standar setiap orang juga berbeda. Jadi, tanggapi setiap kritik dengan santai, jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati, cukup sebagai catatan untuk perbaikan ke depan. Begitu halnya dengan pujian, jangan sampai membuat besar kepala, sehingga kita tidak mau berbenah lagi. Standar dan klise, memang. Tapi begitulah rumusnya, supaya kita tidak sakit hati dan tetap mau belajar. (To be continued)

nyimak sambil nenggak arak. eh salah sambil minum teh maksudnya

Sukses selalu untuk Teater Angin.

vitamin B. belajarlah berbohong. atau paling tidak tahu sedikit banyak kebohongan dunia. panggung menuntut anda menjadi orang lain.

*name

*e-mail

web site

leave a comment


 
  • Recent Comments

  • Random Posts

  • Anginers

  • Next Random Story

    Kena.ajian.sirep Anak.muda Lautan Konvoi Adhi.runner.up Suling.bambu.peniru.rindik Malioboro Eksperimen.eksperimen Sekre Maaf.saya.tidak.tahu.perubahan.no.undi Klan Wahyu.gagal.mengkader.wira Wisata Ratna Sucahya.jangan.diajak Keroyokan.cerpen Dispen.nonton.film Angin.biang.demo Paria Antologi.bersyarat Sibang.kaja Kita.pasti.main Sampun.ngopi? Toya.bungkah Tuan.puteri Kisah.kisah.inses Ngetekok.metaluh Nigna Orang.asing.ketiduran Kami.siap.dimana.saja Kebersamaan.&.makanan Bajuku.mana.man?! Tas.campil.club Ciam.si.reuni Pula.suda.mala! Kalian.duduk.di.depan! Sanggar.minum.kopi Marah.turun.di.sawah Lombok.here.we.come The.absurd.gen Woi.ban.bocor Rest.in.peace Yang.masih.sama Granat Di.hadapan.tentara Ketua.menangis Tentang.angin Di.tokopedia Camot.penculik Ada.apa.dengan.kamis Vivi Memuput.rindu Meniru.orang.asing